Gangguan Lambung

 
Gangguan lambung sejak dulu memang sulit dilepaskan dari faktor psikologis dan stres. Sejak awal tahun 1970-an, George Engel sudah menegaskan konsep biosikososial dalam menerangkan suatu kondisi medis seseorang. Konsep ini menekankan bahwa perjalanan penyakit seseorang tergantung dari tiga faktor yaitu biologi, psikologi, dan sosial. Konsep ini memandang pasiens secara menyeluruh dan bukan hanya dari segi medis biologisnya saja. Pendekatan ini semakin mendapatkan tempat dengan perkembangan penelitian berbasis neurosains, untuk kasus-kasus gangguan jiwa, sehingga terdapat dasar yang bisa menjelaskan antara apa yan terjadi diotak pasien gangguan jiwa seperti cemas dan depresi dengan apa yang bisa dialami oleh organ lain ditubuh manusia.

Keluhan fisik ini kebanyakan disebabkan karena aktifitas sistem saraf otonom yang berlebihan. Beberapa gejala seperti jantung tiba-tiba berdebar kencang, sesak napas, keluhan lambung yang tidak nyaman adalah hal-hal yang sering dikaitkan dengan aktifitas sistem saraf otonom yang berlebihan. Belakangan saya juga banyak didatangi pasien dengan kasus-kasus gangguan lambung yang tidak kunjung sembuh dalam perawatan dokter penyakit dalam.

Gangguan pada lambung sangatlah umum dan menginduksi sejumlah besar morbiditas dan penderitaan dalam populasi. Data dari rumah sakit menunjukkan bahwa lebih dari 25% dari populasi menderita dari beberapa jenis gangguan pada lambungnya termasuk maag akut dan maag kronis. Gejala ini terjadi untuk waktu yang lama dan menyebabkan penderitaan berkepanjangan, cuti dan kualitas hidup yang buruk. Kunjungan Apalagi dokter, biaya investigasi dan hasil pengobatan pada beberapa hari yang hilang dari pekerjaan dan biaya kolosal terhadap sistem keuangan.

Pengobatan kanker lambung memang menarik. Penerimaan pasien terhadap penyakitnya diutamakan daripada terapi lainnya. Dokter harus mengajak pasien untuk mampu menerima kondisinya dulu dengan baik agar terapi selanjutnya bisa berlangsung baik. Pengobatan simptomatik untuk lambung boleh terus dilakukan namun pada beberapa kasus dikatakan bahwa pengobatan dengan menggunakan antidepresan golongan SSRI atau SNRI dan TCA membantu dalam proses perbaikan gejala dan pencegahan gejala tersebut berulang. Selain itu, keseimbangan sistem saraf otonom juga perlu diperhatikan. Pasien dengan gangguan kecemasan yang mengalami gangguan dyspepsia fungsional biasanya lebih sering sulit sembuh daripada yang tidak. Ini membuktikan bahwa adanya masalah gangguan jiwa memperberat kondisi gangguan medis fisik dan begitupun sebaliknya.

0 Response to "Gangguan Lambung"

Posting Komentar